MPLS 2023/2024 Hari Ketiga

Minggu, 23 Juli 2023
mpls-20232024-hari-ketiga

MPLS di SMP Santo Aloysius telah sampai pada hari terakhir pada tanggal 20 Juli 2023. Pada hari ketiga ini, terdiri dari rentetan acara seperti PBB (Pendidikan Baris-berbaris); Pengenalan Etika Komunikasi dan Etika Pergaulan penggunaan Handphone; Pengenalan Budaya Daerah Istimewa; Pengenalan Wali Kelas dan; kedatangan tamu dari pihak kepolisian yang memberi informasi tentang bahaya klitih dan narkoba. Terdapat juga ibadat sabda penutupan MPLS yang dipandu oleh Bapak Ewaldus Ambrosius Tukan, S.Kom.

            Bapak Christoper Dimas membuka MPLS dengan berdoa kemudian dilanjutkan dengan nyanyian lagu “Indonesia Raya” dan “Mars SMP Santo Aloysius”. Setelah selesai menyanyikan kedua lagu tersebut, murid-murid diajak untuk menari dan bernyanyi“Pelajar Pancasila”. Setelah itu, MPLS dilanjutkan dengan Pelatihan Baris Berbaris.

            Pelathian Baris Berbaris ini dipimpin oleh Bapak Wahyu Puja Syam dan Bapak St. Bani Sambodo. Pelatihan Baris Berbaris ini bertujuan untuk memberikan ajaran tentang cara berbaris yang benar bagi peserta didik baru dan siswa kelas 8 dan 9. Dalam pelatihan ini, murid-murid diajarkan cara berdiri tegak, sikap hormat,istirahat di tempat dan cara melakukan perpindahan antara jalan ditempat sampai langkah tegap maju. Usai pelatihan, murid-murid diminta kembali ke Aula untuk melanjutkan sesi berikutnya yang diisi oleh Bapak Ewaldus Ambrosius Tukan yang membahas mengenai Pengenalan Etika Komunikasi dan Etika Pergaulan di dunia nyata maupun di dunia maya.

            Dalam presentasi tersebut, Pak Shammengawali dengan materi tentang definisi etika, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang etika berkomunikasi yang berisikan penjelasan cara berbicara yang baik dan sopan. Presentasi ini juga menjelaskan tentang etika pergaulan yang baik, seperti cara memilih teman yang baik dan menghindari pergaulan bebas yang dapat mengubah perilaku anak ke hal yang negatif. Dijelaskan juga cara berkomentar yang baik di sosial media dan juga bahaya efek psikologis kepada korban bullying dan cyberbullying. Selesai presentasi dari Pak Sham, murid-murid diberi waktu untuk beristirahat dari pukul 08:55-09:10 WIB.

            Sesi selanjutnya di isi oleh Bapak Dwi dan Bapak Hadi dari Polsek Babinsa. Bapak Dwi dan Bapak Hadi memberikan presentasi tentang narkoba dan kejahatan remaja. Materi pertama disampaikan oleh bapak Dwi yang menjelaskan bahwa klitih terjadi karena beberapa faktor yang bersambungan dengan kondisi sosial sang pelaku. Bapak Dwi menjelaskan bahaya dan tindak pidana yang dapat diberikan kepada pelaku klitih. Beliau juga memberikan cara penanganan klitih dengan baik bagi para guru, dan tips efektif untuk menghindari mengikuti geng klitih bagi murid-murid SMP Santo Aloysius.

Presentasi selanjutnya diisi oleh bapak Hadi yang mempresentasikantentang topik Narkoba dan Psikotropika. Bapak Hadi menjelaskan dan memberikan contoh maupun dampak narkoba kepada kondisi physio-psikologis pengguna. Bapak Hadi menjelaskan juga alasan kenapa orang menjual narkoba, dan hukuman macam apa yang diberikan oleh polisi bagi penjual, maupun cara pihak pemerintah dapat membantu pengguna narkoba dengan rehabilitasi. Pada akhir presentasi, Bapak Hadi memberikan waktu untuk sesi tanya jawab, sebelum berganti ke sesi tentang mengenal Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta yang diisi oleh Ibu Supriyati.

            Presentasi Pengenalan Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta bertujuan untuk memberikan gambaran atau penjelasan tentang budayaJawa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di dalam penjelasannya, Ibu Supriyati memberikan beberapa penjelasan tentang makanan khas, maupun busana adat yang ada di DIY. Beliau memberikan penjelasan tentang bedanya baju adat di DIY dan kegunaanya di Kraton Ngayogyakarta. Usai presentasi dari Ibu Supriyati, murid-murid diminta untuk kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan ke sesi sapaan dari Wali Kelas. Pada sesi sapaan wali kelas, siswa diminta melakukan pembentukan pengurus kelas dan ada penjelasan mengenai jadwal pelajaran. Setelah itu, siswa istirahat kedua yang berlangsung dari pukul 11:15-12:10.

            Setelah istirahat, murid-murid diminta kembali ke Aula dimana sesi terakhir yaitu Ibadat Penutup MPLS yang dipimpin oleh Bapak Ewaldus Ambrosius Tukan akan dilaksanakan. Ibadat tersebut bertujuan untuk meninggikan nama Tuhan agar memberi penyertaan kepada semua siswa, guru, serta karyawan pada tahun ajaran baru ini. Setelah ibadat, anak kelas 7 diminta ke perpustakaan untuk meminjam buku paket pelajaran, dan dipersilahkan untuk pulang, beserta kelas 8 dan 9.